Resiliensi Anak Tak Hanya Soal Individu: Michael Ungar, Ph.D., Bahas Peran Lingkungan di Unpad

Kemampuan anak untuk bangkit dari situasi sulit tidak hanya ditentukan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya. Perspektif ini menjadi pembahasan utama dalam perkuliahan Psikologi Komunitas yang diikuti mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2024 pada Rabu–Kamis (8–9/4) di Aula ABC Gedung 2 Fapsi Unpad.

Perkuliahan ini menghadirkan dosen tamu dari Kanada, Dr. Michael Ungar, Ph.D., dan berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti lecturing, exercise, group discussion, hingga roleplay.

Kuliah tamu ini mengangkat topik Nurturing Children’s Resilience dalam konteks community resilience. Melalui pemaparannya, mahasiswa diajak memahami bahwa resiliensi tidak hanya berasal dari kekuatan individu, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan, ketersediaan sumber daya, serta sistem ekologi yang mendukung. Dr. Ungar menekankan bahwa kemampuan seseorang untuk bangkit dari masalah yang kompleks berkaitan erat dengan dukungan yang tersedia di sekitarnya.

Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif. Pada hari pertama, mahasiswa mengikuti exercise serta diskusi kelompok kecil untuk memperdalam pemahaman. Salah satu momen yang menarik terjadi pada sesi roleplay resilient line, di mana Dr. Ungar menggunakan tali berwarna ungu untuk menggambarkan hubungan positif dan tali merah untuk hubungan yang bersifat konflik. Beberapa mahasiswa turut dilibatkan sebagai partisipan dalam simulasi kasus tersebut.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun kasus yang diangkat tergolong kompleks, hubungan positif yang terbentuk justru lebih dominan dibandingkan hubungan konflik. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa lingkungan memiliki peran penting dalam membangun resiliensi individu.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga menjadi relawan dalam sesi roleplay. Keizha, mahasiswa Psikologi S1 angkatan 2024, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana lingkungan berperan besar dalam membentuk resiliensi individu. Menurutnya, pendekatan yang interaktif membuat materi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup oleh dosen tamu. Kuliah ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dalam memahami resiliensi dari sudut pandang psikologi komunitas.