Pembelajaran Lapangan Psikologi Bermain: Menggali Nilai Sosial Budaya di Komunitas Hong

Mahasiswa dan dosen mata kuliah Psikologi Bermain Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran melakukan kunjungan belajar ke Komunitas Hong pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di Jl. Bukit Pakar Utara No.26, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198, dengan tujuan memahami langsung upaya pelestarian permainan tradisional dan mengkaji nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam setiap permainan sebagai bagian dari pembelajaran Psikologi Bermain di kelas.

Kegiatan diawali dengan pengenalan Komunitas Hong, termasuk sejarah singkat dan misi komunitas dalam melestarikan mainan serta permainan rakyat. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada beberapa permainan tradisional yang menjadi koleksi komunitas. Setelah itu setiap mahasiswa membuat permainan secara mandiri menggunakan anyaman daun kelapa muda, sebagai bagian dari praktik pembuatan mainan tradisional.

Pada sesi praktik, mahasiswa dibagi dalam kelompok dan secara bergantian mencoba memainkan sembilan permainan tradisional yang dimiliki Komunitas Hong. Permainan yang dimainkan antara lain rorodaan, babalonan sarung, papancakan, bedil jepret, serta beberapa permainan tradisional lainnya. Setiap sesi permainan menjadi media bagi mahasiswa untuk mengamati aspek psikologis bermain, nilai-nilai sosial budaya yang ditransmisikan, serta mekanisme pembelajaran yang terjadi antar pemain anak.

Komunitas Hong, yang didirikan tahun 2003 dan telah melakukan penelitian mainan sejak 1996, merupakan komunitas mainan rakyat yang bertekad melestarikan mainan dan permainan tradisional. Terdiri dari sekitar 150 anggota lintas usia, dari 6 sampai 90 tahun, komunitas ini menempatkan kelompok anak sebagai pelaku permainan, sementara anggota dewasa berperan sebagai narasumber dan pembuat mainan. Komunitas Hong bekerja menggali dan merekonstruksi mainan rakyat, baik dari tradisi lisan maupun tulisan, serta memperkenalkan mainan rakyat sebagai bagian dari pola pendidikan masyarakat buhun agar anak dapat mengenal dirinya, lingkungan, dan nilai-nilai religi.

Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengalami secara langsung proses pembelajaran melalui bermain, menemukan nilai-nilai sosial dan kultural yang melekat pada setiap permainan, serta merefleksikan bagaimana praktik-praktik tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Psikologi Bermain. Dosen pengampu menilai kegiatan lapangan seperti ini penting untuk memperkaya pemahaman teoritis mahasiswa dengan pengalaman praktis yang kontekstual dan berakar pada warisan budaya lokal.