Fapsi Unpad Undang Dosen UKM untuk Sampaikan Kuliah Selama Sepekan
Penulis Arif Maulana
Dosen Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Assoc. Prof. Madya Dr. Wan Shahrazad bt. Wan Sulaiman menjadi dosen tamu di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Selama sepekan, 11-15 November 2024 lalu, Wan menyampaikan sejumlah materi di hadapan mahasiswa jenjang Sarjana, Profesi, hingga Pascasarjana.
Sebagai penutup dari rangkaian kuliah tamu Dr. Wan, Fapsi Unpad menggelar kuliah umum bertajuk “Praktik Pengukuran Psikologi di Malaysia” yang digelar di Ruang Sidang S-3 Gedung Dekanat kampus Fapsi Unpad, Jatinangor, Jumat, 15 November 2024. Kuliah umum ini dihadiri sejumlah dosen dan mahasiswa Fapsi Unpad.
Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset Fapsi Unpad Fredrick Dermawan Purba, M.Psi., PhD., Psikolog mengapresiasi atas kehadiran Dr. Wan selama satu minggu di kampus Fapsi. “Kita sudah ada tiga kelas kemudian ada juga academic refreshment berupa diskusi dengan dosen dan pusat studi,” uajrnya.
Diharapkan, kunjungan akademik Dr. Wan dapat menginspirasi mahasiswa. Salah satunya pada kuliah umum tersebut. Menurut Fredrick, kuliah umum ini dapat menjadi inspirasi mahasiswa terutama mengenai perkembang pengukuran psikologi di Indonesia.
“UKM sendiri sudah banyak melakukan hal terkait pengukuran di bidang psikologi. Mudah-mudahan kita bisa ikuti jejaknya,” kata Fredrick.
Sementara itu, Dr. Wan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk mengeratkan silaturahmi dan kolaborasi akademik antara UKM dan Unpad yang sudah terjalin sudah lama.
Dalam materinya, Dr. Wan menjelaskan, jika dibandingkan dengan Indonesia, Malaysia baru menawarkan pendidikan bidang psikologi pada 1970. Perguruan tinggi pertama yang membuka pendidikan psikologi adalah 1970. Lulusan pertama program tersebut dihasilkan pada 1974.
Mengenai praktik pengukuran psikologi, di Malaysia sendiri banyak dilakukan di tingkat pemerintah. Ini didasarkan, di setiap kementerian di Malaysia, perlu ada pegawai psikologi.
Dalam praktiknya, proses asesmen dilakukan oleh lembaga Suruhanjaya Pengkhidmatan Awam (SPA) atau semacam Public Services Commission. Lembaga ini bertanggung jawab membuat rekrutmen calon pegawai yang akan mengabdi di keraajaan.
“SPA menggunakan kaidah penilaian holistic untuk menilai sikap pengetahuan dan kompetensinya. Ujian yang dilakukan adalah ujian psikometri,” kata Dr. Wan.*
Universitas Padjadjaran