Fapsi Unpad Gelar Summer Course, Usung Aspek Berkelanjutan

Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Studio of Continuing Education on Psychology Unpad dan didukung PT. Pertamina Persero menggelar acara Summer Course bertajuk “Psychology on Sustainability” yang digelar pada 9 – 13 Juli 2024.

Program intensif selama lima hari ini digelar untuk memberikan wawasan kritis kepada para peserta mengenai krisis sosio-ekologi hingga memberdayakan peserta untuk aktif berkontribusi pada praktik berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, profesional, dan praktisi yang aktif di bidang lingkungan.

Program intensif lima hari ini disusun untuk memberikan wawasan kritis kepada peserta tentang krisis sosial-ekologis pada zaman Antroposen, memberdayakan pesertauntuk berkontribusi secara efektif pada praktik berkelanjutan dalam berbagai konteks dan memperluas pengaruh psikologi sebagai disiplin ilmu dan praktik kolektif.

Kegiatan summer course dibuka dengan penyampaian kuliah umum bertajuk “A Human-Nature (Dis)Connection in the Anthropocene Epoch” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa, 9 Juli 2024. Kuliah umum ini menghadirkan pembicara Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan lr. Sigit Reliantoro, M.Sc.

Dikutip dari laman Unpad, dalam materinya, Sigit mengatakan bahwa ilmu psikologi berperan dalam mendorong perilaku berkelanjutan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Terdapat empat faktor psikologis utama yang mempengaruhi perilaku pro-lingkungan, yaitu sikap positif terhadap lingkungan, pemahaman mengenai isu ekologi dan dampaknya, peningkatan kesadaran lingkungan melalui pendidikan, serta peningkatan kepercayaan diri lingkungan dalam kemampuan untuk membuat perbedaan. Menurut Sigit, perilaku tersebut dapat dicapai melalui kewarganegaraan ekologis.

“Hal ini menekankan keterlibatan aktif warga dalam mencapai keberlanjutan, dengan menyoroti pentingnya upaya kolektif dalam mengatasi tantangan lingkungan kita,” jelas Ir. Sigit.

Selanjutnya, kuliah umum dilanjutkan dengan pemaparan oleh Profesor Ilmu Psikologi dan Lingkungan The College Wooster Susan Clayton, Ph.D. dengan judul “The Psychological Consequences of Global Climate Change”.

Setelah itu, pemaparan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Hilmar Farid, B.A., M.A., Ph.D., berjudul “Developing Social Cultural Ecological Worldview for Sustainable Behavior: The Anthropocene and Ecological Principles”.