Servant Leadership: Jawaban atas Tantangan Kepemimpinan di Era Revolusi Industri 4.0 

Ikatan Alumni Fakultas Psikologi (IKAPSI) Universitas Psikologi yang bekerja sama dengan PartnerInc. telah sukses menyelenggarakan webinar (web seminar) pertamanya pada hari Minggu (5/7/2020). Acara webinar yang berjudul Webinars Series Alumni Berbagi ini merupakan sebuah tempat untuk berbagi ilmu, suatu bentuk kontribusi dari alumni untuk Fakultas Psikologi, dan juga sebagai wadah untuk silaturahmi dari berbagai angkatan.

Kegiatan webinar dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Online Meeting dengan dihadiri sebanyak kurang lebih 130 partisipan dan disiarkan juga lewat Youtube. Webinar ini mengambil topik “Lead from Behind” (Servant Leadership) sebagai tema. Pembahasan mengenai servant leadership sendiri disampaikan oleh Noven Rozano, alumnus Fakultas Psikologi yang memiliki pengalaman di bidang HR selama 18 tahun. 

Pembicaraan mengenai servant leadership diawali dengan pemaparan tantangan yang muncul pada era revolusi industri 4.0, dimana kemudahan akses akan informasi membuat kita harus memilah informasi yang benar. Dampak dari kemajuan ini bagi seorang pemimpin adalah bahwa pemimpin harus mulai membagi informasi yang dibutuhkan kepada pekerjanya, tipe kepemimpinan personal leadership pun sudah dianggap tidak sesuai dengan zaman sekarang karena informasi yang diperlukan bisa didapat dengan mudah oleh siapa saja. Selain tantangan yang datang akibat akumulasi data yang berlimpah, seorang pemimpin juga memiliki kewajiban dalam memastikan dirinya sendiri untuk semakin peka terhadap situasi lingkungan di sekitar, menjadi seseorang yang aktif mendengarkan, juga menjaga dan mempertahankan empati. Dari penjelasan tentang kondisi yang terjadi saat ini, maka servant leadership merupakan salah satu opsi tipe kepemimpinan yang bisa digunakan oleh seorang pemimpin saat ini maupun untuk generasi milenial sebagai calon pemimpin di masa mendatang. 

Berdasarkan penjelasan dari Kang Noven, istilah servant leadership pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 oleh Robert K. Greenleaf. Servant leadership adalah salah satu tipe kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengutamakan kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya, sehingga servant leadership menitikberatkan pada melayani. Terdapat sepuluh nilai yang tercantum dalam servant leadership, yaitu: listening, empathy, healing, awareness, persuasion, conceptualization, foresight, stewardship, commitment to the growth of people, dan building community. Kang Noven juga menambahkan walaupun servant leadership ini sangat filosofis, tetapi konsep kepemimpinannya tetap dapat diaplikasikan di dunia nyata, termasuk dalam ruang lingkup organisasi.

Salah satu hal yang unik mengenai servant leadership ialah konsepnya yang mirip dengan falsafah di bidang pendidikan Indonesia, yaitu Tut Wuri Handayani. Pandangan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara ini berpusat pada kesadaraan untuk mendorong dengan memastikan terciptanya sebuah pemberdayaan, dan juga menjalin hubungan kerja antara pemimpin dengan yang dipimpinnya secara penuh kepercayaan. 

Selain memperkenalkan servant leadership kepada partisipan webinar, Kang Noven pun memberitahu apa saja yang dapat dilakukan untuk menerapkan servant leadership secara praktikal. Penerapan itu bisa diawali dengan mencoba mempraktikkan sepuluh prinsip dari servant leadership secara satu per satu. Berbagai contoh perilaku dari implementasi nilai servant leadership bisa berupa pemimpin yang turun ke lapangan untuk mengetahui situasi yang terjadi, menghargai semua orang, memberi hak kepada setiap orang untuk berinovasi, hingga membangun suatu sistem komunikasi yang mewadahi semua aspirasi atau pendapat. Konteks mempraktikkan prinsip-prinsip ini dapat dilakukan pada ruang lingkup formal maupun informal, dalam skala kecil dan juga besar.

Pada akhir pemberian materi tentang servant leadership, Kang Noven mengatakan bahwa tipe kepemimpinan ini merupakan jawaban dari tantangan revolusi industri 4.0, maka servant leadership sangat tepat untuk diberlakukan di zaman sekarang maupun masa depan. Hal lain yang disampaikan oleh Kang Noven ialah untuk senantiasa berlatih membaca konteks karena hal tersebut dapat membantu mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin yang mampu melayani dengan lebih baik.

Materi yang disampaikan dalam webinar ini sangat menarik, ya? Apakah kamu siap menjadi seorang pemimpin di masa depan? 

Oleh: Trie Septia