Pada hari Minggu (19/7/2020) telah diselenggarakan webinar (web seminar) dengan tema Personal Branding untuk Kalangan Psikologi oleh Ikatan Alumni Fakultas Psikologi (Ikapsi) Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan PartnerInc, BEM Psikologi Unpad, dan Fakultas Psikologi Unpad. Webinar ini merupakan webinar ketiga sebagai rangkaian dari Online Sharing Series Alumni Berbagi dalam rangka Dies Natalis Fakultas Psikologi Unpad ke-59.

 

 

Webinar kali ini dihadiri sebanyak kurang lebih 120 partisipan dari berbagai angkatan yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Online Meeting juga disiarkan langsung di channel Youtube PartnerInc. Pembicara pada tema kali ini adalah Wijanarko Dwi atau sering disapa Wiwied, alumnus Fakultas Psikologi Unpad yang merupakan HR Profesional, Associate Financial Advisor, dan juga penulis, yang tentunya ahli dalam bidang personal branding.

Wiwied menjelaskan, personal branding dapat diibaratkan dengan merek pada sebuah produk, brand yang kuat akan membantu kita untuk membangun kepercayaan dan loyalitas klien. Sehingga klien akan menggunakan jasa kita dengan value yang terus bertumbuh. Dari sinilah personal branding menjadi sangat penting.

 

 

Lalu bagaimana cara membentuk personal branding? Wiwied memaparkan bahwa setidaknya ada empat elemen pembentuk personal branding: personal proof seperti pendidikan dan pengalaman yang kita lalui, social proof yaitu pengakuan dari lingkungan sosial, association seperti lingkaran pertemanan, dan recognition yaitu penghargaan yang diterima.

Tak hanya itu, Wiwied pun menjelaskan langkah-langkah dalam membangun personal branding. Pertama, kenali diri sendiri, apa yang ingin kita lakukan dan apa yang orang lain lihat dari diri kita. Kedua, tanyakan pada diri sendiri, mengapa ingin dilihat seperti poin pertama. Ketiga,  temukan detail, image, atau quote yang dapat mewakili misi personal branding tersebut. Keempat, posting secara konsisten, komunikasikan, dan tunjukkan dengan karya atau kegiatan yang relevan dengan personal branding tersebut. Terakhir, visualisasikan seperti apa dampak dari personal branding yang kita lakukan.

Membangun personal branding adalah tentang membangun penanda diri di masyarakat. Hal ini penting karena hal ini adalah tentang diri kita, bagaimana keberadaan kita mudah dikenali, dan kompetensi kita dapat memberikan dampak pada lingkungan sosial. Manfaatkanlah media sosial yang sudah ada, seperti Facebook, Linkedin, dan Youtube channel. Wiwied memberikan beberapa tips dalam membangun personal branding di media sosial, yaitu posting secara berkala hal-hal yang berhubungan dengan personal branding kita, dan usahakan isi postingan konsisten dan positif agar dapat memberikan energi untuk menarik perhatian. Postingan juga sebaiknya dikombinasikan dengan gambar dan cerita. Kita juga sebaiknya proaktif terlibat dengan postingan orang lain dan interaktif dengan followers kita.

 

 

Wiwied juga berpesan agar tetap menjadi diri sendiri, karena setiap diri manusia unik. Optimis dan bersemangat untuk apa yang akan terjadi di masa depan. Juga bertindak, sekecil apapun tindakan kita hari ini, akan berdampak pada masa depan kita. Pada akhir sesi, Wiwied menyampaikan, “Kita bisa menjadikan kehidupan kita sebagai inspirasi bagi orang lain dengan memiliki keberanian dan kesadaran bahwa kita bisa mengendalikan apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Karena sekecil apapun hal yang kita bagikan di sosial media dapat memberikan dampak bagi kehidupan orang lain.”

Oleh: Irvia Rizky