Tumpah Ruah Masyarakat di Ootrad ke 9

[Psikologi.Unpad.ac.id, 28/08/2016] Olimpiade Olahraga Tradisional 2016 (Ootrad) menandakan rangkaian Dies Natalis Unpad yang ke-59 telah dimulai. Berlokasi di Jatinangor, acara yang dilangsungkan tanggal 27-28 Agustus 2016 ini sukses menyedot perhatian warga sekitar. Ini adalah tahun ke-9 penyelenggaraan Ootrad.
Babak penyisihan dilakukan di hari pertama Ootrad. Terdapat lima cabang olahraga di tiga tempat berbeda. Tempat pertama adalah GOR Jati Unpad dengan perlombaan enggrang, tarik tambak, dan sapta lomba. Gala asin dilaksanakan di Lapangan Ex Kopma, sedangkan lomba layangan dilaksanakan di Kiara Payung.
Peserta yang lolos seleksi hari pertama akan melanjutkan pertandingan ke babak semifinal di hari berikutnya. Hari kedua ootrad tak kalah seru dengan hari pertama. Puncak keramaian terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dimana pawai atau aleut-aleutan mulai memasuki gerbang lama Unpad.
238013
 238014
Setelah aleut-aleutan, masyarakat berkumpul di Lapangan GOR Jati Unpad. Prof. Dr. med. Tri Hanggono, Rektor Unpad, juga ikut meramaikan Ootrad. Penyalaan obor Ootrad oleh Rektor Unpad menandakan acara Ootrad ke 9 resmi dibuka.
Tak hanya dari kalangan civitas akademika Unpad, peserta Ootrad berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari siswa SMP, SMA, guru, mahasiswa, bahkan ada warga yang mewakili desanya. Sudah menjadi suatu keharusan bagi Unpad untuk mengikutsertakan masyarakat sekitar Jatinangor, bahkan dari luar Jatinangor pun turut diundang untuk meriahkan acara ini.
238011
IMG_2995
Mencari tahu bagaimana animo masyarakat terhadap acara OOtrad ke 9, tim mewawancarai beberapa masyarakat yang hadir. Anwar, warga Sukabumi, merupakan salah satu penampil yang diundang langsung oleh pihak Rektorat Unpad untuk hadir dan memeriahkan acara Ootrad. Kesempatan berharga ini digunakan Anwar untuk menampilkan salah satu kesenian budaya adat sunda yang hampir hilang, yaitu kesenian menggondang.
“Ootrad kali ini sangat mengesankan, walau ini merupakan pengalaman pertama mengikuti Ootrad, tapi sudah dapat merasakan kemeriahan yang wah dari acara ini. Untuk persiapan mengikuti ootrad, kami tidak memiliki persiapan karena kegiatan rutin dilakukan seminggu 2 kali. Terkait harapan, semoga dari adanya kegiatan Ootrad ini dapat menghidupkan kembali seni-seni para leluhur yang terdahulu, diakui oleh pemerintah serta masyarakat dapat  memilik rasa kebanggaan akan kesenian tradisional ini.”, ucap Anwar.
Masih dari Sukabumi, Benny dan Tim Kesenian Pencak Silat Pancawarna juga merasakan animo yang sama. Meski baru mengetahui informasi akan tampil di Acara Ootrad pada H-2 acara, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga Surade, Jampang, Sukabumi ini. Melihat beberapa kesenian lain yang juga tampil dalam acara Ootrad membuat Benny semakin yakin dan semangat untuk turut menampilkan kesenian asal daerahnya.
238005
“Acaranya bagus. Saya senang sekali sebab disini saya perhatikan dari awal tadi melihat beberapa pertunjukan, beberapa kesenian yang ditampilkan dari masing-masing daerah, saya sangat terharu. Saya merasa suka karena ooh, kekayaan seni budaya Jawa Barat ini sangat banyak. Ingin lebih maju lagi disini. Lebih meningkat lagi. Saya berdo’a, semoga bisa setingkat Indonesia. Bisa ke nasional. Harapannya seperti itu.”, terang Benny.
Kemeriahan dan kebahagiaan Ootrad juga dirasakan oleh kontingen Fapsi Unpad. Tahun ini, Kontingen Fapsi Unpad tidak pulang dengan tangan kosong. Berjuang mengikuti tiga perlombaan, yaitu enggrang 100 meter, sapta lomba, dan tarik tambang. Akhirnya, Fapsi Unpad berhasil mengantongi Juara 2 Lomba tarik tambang ketegori wanita > 65kg dan sapta lomba. Yuk intip perjuangan tim Fapsi Unpad di Ootrad ke-9 ini…
Ibu Nani, salah satutenaga kependidikan Fapsi Unpad yang mengikuti lomba tarik tambang, mengaku bahwa tidak ada persiapan apa-apa yang dilakukan. “Tahun ini hasil yang diperoleh Fapsi Unpad alhamdulillah. Sebelumnya menang lawan Desa Cilayung. Tadi lawan IPDN. Lawannya kuat sekali. Lihat sepatunya saja kita udaa…”, ungkap Ibu Nani saat ditanya tentang perlombaan yang baru saja dijalaninya.
238007
Ootrad tak hanya merekatkan hubungan antara mahasiswa dan tenaga kependidikan, tapi juga merekatkan Unpad dengan Jawa Barat. Respon positif dari warga diharapkan menjadi amunisi bagi Unpad agar dapat menyelenggarakan acara serupa bagi masyarakat luas. Olimpiade Olahraga Tradisional 2016! “Ngabring Babarengan Bagja Balarea”.
(jane/nrs/lai)
Photo : jane/nrs/seno/azhar

Selamat Datang Keluarga Baru Fakultas Psikologi Unpad

[Psikologi.Unpad.ac.id, 26/08/2016]  Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran 2016/ 2017 disambut secara resmi dalam acara sidang senat. Diiringi oleh barikade dan lagu Karatagan Padjadjaran, pimpinan sidang yang terdiri dari dekan, ketua program studi, beserta ketua departemen memasuki Ruang Aula Gedung II Lantai 1 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.

11070

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan hikmat oleh seluruh peserta sidang senat, diikuti dengan mengheningkan cipta. Pembacaan do’a oleh Wildan Firdaus, mahasiswa psikologi, mengawali acara penerimaan mahasiswa baru ini ini. Ketukan palu Dr. Hj. Hendriati Agustiani, M. Si, Dekan Fakultas Psikologi Unpad, menandakan acara ini resmi dibuka. Acara selanjutnya yaitu penyerahan daftar mahasiswa baru dari dekan kepada para ketua program studi (ketua program studi S1, S2, dan S3). Setelah itu, dekan beserta para ketua prodi memasangkan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa baru secara simbolis.

11072

Setelah acara pemakaian jas almamater, peserta sidang menyanyikan lagu bagimu negeri. Dekan Fakultas Psikologi Unpad turut menyampaikan pidatonya. “Kehadiran mahasiswa baru diharapkan semakin menjadikan fapsi berwarna”, tutur Hendriati.

Dekan juga mengajak keluarga besar Psikologi Universitas Padjadjaran untuk mewujudkan serta menumbuhkan  rasa syukur dengan memperkuat potensi yang dimiliki. Oleh sebab itu, mahasiswa akan mampu meraih prestasi dan bermanfaat bagi diri dan lingkungan sekitar. Tak lupa beliau mengucapkan selamat datang serta ucapan terima kasih kepada mahasiswa baru karena telah mempercayai Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran sebagai langkah selanjutnya dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Berakhirnya pidato dari Dekan Fakultas Psikologi Unpad menandakan berakhirnya acara resmi penerimaan mahasiswa mahasiswa baru.

“Tak kenal maka tak sayang”, ungkapan ini mengawali kegiatan perkenalan mahasiswa baru dengan para dosen Fakultas Psikologi Unpad. Acara pun dilanjutkan dengan persembahan yel-yel dan jargon dari Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Unpad. Panduan suara ikut memeriahkan acara dengan mempersembahkan lagu “Oleh-oleh Bandung”.

11073

Selamat datang dan salam hangat keluarga baru Fakultas Psikologi Unpad.

 

(jane/nrs/lai)

Photo by : seno/lai

Mahasiswa Baru Berkenalan dengan Desa Sekitar Jatinangor

[psikologi.unpad.ac.id/24/08/16] Fakultas Psikologi Unpad hari ini menjadi tuan rumah dari 400 mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan Anjang Sono Desa di Kecamatan Jatinangor. Sebagai kegiatan kick-off Mata Kuliah Olah Raga, Kesenian, dan Kreativitas (OKK), program ini mempertemukan mahasiswa dengan perwakilan desa untuk melihat kondisi desa di sekitar Kecamatan Jatinangor. OKK merupakan salah satu mata kuliah bersama dari program HITS (Happiness Integraty Transition Study). Melalui program HITS, selama satu semester, mahasiswa baru akan mengikuti pembelajaran Mata Kuliah Umum/Bersama, Mata Kuliah Kluster, serta Mata Kuliah Prodi dengan jumlah SKS tidak lebih dari 24. Pada pelaksanaan mata kuliah bersama, mahasiswa baru dari seluruh prodi akan digabung dalam satu kelas. Setiap kelas akan diisi oleh 40 mahasiswa.

okk 1

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Dr. Gugun Gunadi sebagai perwakilan dari pihak UNPAD. Selanjutnya mahasiswa menyaksikan video tentang salah satu kelurahan di Kecamatan Jatinangor, yaitu Desa Cilayung. Profil Desa Cilayung dipresentasikan oleh Bapak Tendi Rustandi dan Ibu Ema sebagai perwakilan dari aparatur desa. Setelah sesi presentasi mengenai kondisi desa, mahasiswa diberikan tugas untuk membuat essai mengenai analisis masalah dan potensi Desa Cilayung yang dapat dikembangkan.

ok3

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Salah satu mahasiswa dari sastra Perancis bertanya mengenai kemungkinan dibuatnya tempat pengolahan sampah di Desa Cilayung terkait dengan masalah desa yang masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah rumah tangga. Ada juga mahasiswa yang bertanya mengenai kendala di desa terkaitnya hanya ada 1 bidan di desa ini dan memberikan ide untuk pelaksanaan program penyuluhan kesehatan kehamilan bagi ibu-ibu disana. Ide-ide mahasiswa juga sangat menarik dan orisinil, seperti usulan diadakannya Bank Sampah, Koperasi Unit Desa, Kampung Jepang (melihat adanya potensi dan minat masyarakat untuk ikut kursus bahasaa jepang), dan merancang desa menjadi Desa yang berbasis bisnis pariwisata (melihat adanya potensi kesenian).

okk 2

Diskusi yang hangat dan antusiasme mahasiswa dalam menganalisa dan menggali potensi desa diharapkan dapat mengasah kepekaan mahasiswa baru terhadap kondisi desa sekitar Kecamatan Jatinangor. Melalui kegiatan OKK yang langsung terjun ke desa, mahasiswa dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar Jatinangor, mengasah kreativitas dalam membuat perencanaa, dan mahasiswa juga diharapkan dapat mengembangkan soft skill nya dalam kemampuan manajerial dan interpersonal skill.

Selamat berkarya dan berkreasi bagi mahasiswa baru unpad…semoga kontribusi kita semua dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar Jatinangor.

(lai)

Open House 2016 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

[Psikologi.Unpad.ac.id, 19/08/2016] Open house Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran sebagai ajang silaturahim para orang tua/ wali mahasiswa baru. Open house dilangsungkan di Aula Gedung II Lantai 1 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Jumat (19/08). Tepat pukul 09.00 WIB acara dimulai dengan penampilan video profil Unpad.

 

1471666586579

 

Video selanjutnya berisi kata sambutan dari Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., Rektor Universitas Padjadjaran saat ini.  Kata sambutan juga disampaikan staf khusus dekan, yaitu Ibu Dra. Nurul Yanuarti, M.Si. Pemaparan terkait perkuliahan mahasiswa baru disampaikan oleh Ibu Zahrotur Hinduan, S.Psi, M.OP, Ph.D., selaku Wakil Dekan I (Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kerja Sama) dan Bapak Aulia Iskandarsyah, M.Psi, M.Sc, Ph.D., Wakil Dekan II (Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, Tata Kelola, dan Sumber Daya).

Ibu Dr. Annisa Lestari, M.Psi, sebagai Kaprodi S1 dan  Bapak Azhar Elhami, S.Psi, M.Psi, selaku Manajer Kemahasiswaaan, mempresentasikan pula aktivitas apa saja yang akan dilakukan mahasiswa selama perkuliahan baik dari segi akademik maupun non-akademik. Salah satu informasi yang menarik adalah kelulusan yang dapat ditempuh mahasiswa dalam kurun waktu 3.5 tahun

Walaupun open house ditujukan pada orang tua/ wali, mahasiswa baru Fakultas Psikologi Unpad nyatanya juga ikut meramaikan. Tampak kumpulan mahasiswa baru angkatan 2016 di sekitar Gedung II Fakultas Psikologi Unpad. Mereka memanfaatkan momen ini untuk saling mengenal satu sama lain karena di hari itu pula mereka baru pertama kali berkumpul.

 

1471666563551

 

Rasa bangga menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi Unpad diungkapkan Ayu, lulusan SNMPTN, asal Pekanbaru. Ketertarikan Ayu pada ilmu psikologi membuat Ayu optimis untuk bersaing dengan teman-teman di SMA nya. Persiapan menyambut perkuliahan sudah Ayu lakukan, mulai dari mencari informasi terkait mata kuliah hingga membaca hal-hal terkait psikologi.

 

1471666592766

 

“Dari dulu emang pengen di Psikologi Unpad, dari SMP”, tutur Zahra, mahasiswa baru asal Bandung. Bersaing di jalur SNMPTN bersama 13 teman lainnya tidak mengurangi semangat Zahra. Ia juga mengaku bidang klinis menarik perhatiannya. Rasa bangga itu pun tidak hanya dirasakan oleh Ayu, lulusan SNMPTN, hal yang sama dirasakan oleh Amarendra, asal Bogor, lulusan SBMPTN. Tak sedikit perjuangan yang dilalui oleh Amarendra untuk menjadi bagian dari keluarga mahasiswa Psikologi Unpad.

 

1471666581400

 

Ragu, bingung, dan kegagalan tak diterima melalui jalur SNMPTN, tak menyurutkan semangat Amarendra untuk tetap mengejar mimpinya yang telah tertanam sejak kelas 10 SMA, serta motivasi dari ayah yang juga seorang psikolog.  Amarendra mengikuti 6 tes masuk perguruan tinggi, yaitu UNDIP, UGM, UII, STAN, IPB, dan SBMPTN. Usaha memang tak pernah membohongi hasil, dari sekian banyak tes yang ia ikuti, ia lulus pada 4 tes dan salah satunya lulus di Fakultas Psikologi Unpad lewat jalur SBMPTN. “Rasanya bangga sekali bisa lulus di Psikologi Unpad, memang mimpi dari kelas 10 SMA ingin mengikuti jejak ayah dan ingin nerusin karier ayah, ngga sia-sia usaha yang telah dilakukan selama ini, walau banyak cobaan tetap harus semangat, walau sebenernya sudah keterima di universitas lain dengan jurusan yang sama, saya tetap memilih psikologi unpad sebagai pilihan pertama saya, selain saya tidak ingin memberatkan kedua orang tua, lokasinya terbilang dekat dengan tempat tinggal, saya juga memiliki teman satu SMA disini, serta keadaan psikologi Unpad ini membuat saya merasa nyaman, sejuk, dan saya rasa pas jika saya dapat melanjutkan studi saya selanjutnya disini, di fakultas psikologi Unpad.” Tegas Amarendra.

Selain mahasiswa, Tim Humas Psikologi Unpad juga berhasil mewawancarai salah satu orang tua mahasiswa baru, yaitu Ibu Novy, orang tua dari mahasiswa bernama Larissa, asal Depok. Ibu Novy mengaku banyak informasi yang ia dapatkan selama mengikuti kegiatan open house, antara lain sistem pembelajaran, terkait kurikulum yang baru, prospek pekerjaan yang terbagi menjadi 6 departemen, serta permasalahan-permasalahan yang sering terjadi pada mahasiswa.

 

1471666576963

 

“Banyak informasi yang didapatkan dalam open house kali ini, dari bagaimana sistem pembelajaran, adanya sistem kurikulum baru, dan permasalahan apa saja yang biasanya timbul pada mahasiswa. Terkait adanya kurikulum baru, salah satunya jadwal kuliah dengan sistem full day. Diharapkan kepada mahasiswa baru dan juga orang tua mahasiswa dapat mengikuti sistem perkuliahan ini secara seksama. Melihat hal tersebut tentu saya akan melaksanakan tugas dari sistem yang telah diberikan karena itu sudah menjadi sistem atau aturan dari Psikologi Unpad. Jika kita telah memasuki suatu sistem, suka tidak suka kita harus mengikuti sistem yang telah ditetapkan, singkatnya begitu.”, terang Ibu Novy. Selanjutnya harapan Ibu Novy sebagai salah satu orang tua mahasiswa baru Psikologi Unpad, beliau berharap para mahasiswa dapat membaur satu sama lain, baik bersama teman angkatan, dosen, maupun kakak tingkat, serta berharap kepada kakak tingkat di Psikologi Unpad agar dapat merangkul para mahasiswa baru ini.

Sebagai Manajer Kemahasiswaan yang bertanggung jawab dalam proses penerimaan mahasiswa baru, Bapak Azhar Elhami mengaku konsep kali ini akan penuh dengan have fun. Melalui metode yang menyenangkan, mahasiswa akan diperkenalkan dengan lingkungan Fakultas Psikologi Unpad. Tak hanya sekedar have fun, tetap ada penanaman nilai-nilai kepada mahasiswa.

 

Penasaran akan seperti apa proses Penerimaan Mahasiswa Baru Fapsi Unpad tahun 2016?

(nrs/jane/lai)