Fakultas Psikologi

VISI

“Menjadi penyelenggara pendidikan tinggi yang terkemuka bertaraf  internasional dalam pengembangan dan penerapan psikologi bagi kesejahteraan umat manusia”

 

MISI

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas dalam praktek keilmuan dan pengembangannya.
  2. Mengembangkan kegiatan dan penerapan keilmuan yang dapat memajukan kesejahteraan umat manusia secara  terbuka, inovatif dan berkelanjutan.

 

TUJUAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

  1. Memahami pengetahuan dasar Psikologi yang meliputi konsep dan teori sebagai dasar untuk mendiagnosa/menginterpretasi tingkah laku manusia (baik individu, kelompok maupun komunitas) berdasarkan kerangka pemikiran psikodiagnostik.
  2. Memahami dan menguasai prinsip-prinsip dasar asesmen dan intervensi.
  3. Mampu melakukan serta terampil dalam menggunakan metoda asesmen dan intervensi
  4. Memiliki kepekaan dan keterampilan untuk mengamati, menganalisis, mengevaluasi, merumuskan dan menjelaskan permasalahan biopsikososial yang terjadi dalam kehidupan manusia.
  5. Mampu melakukan penelitian, pelatihan dan analisis perilaku sosial dengan menggunakan kaidah-kaidah Psikologi
  6. Memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti dan mengupayakan perkembangan ilmu Psikologi, baik sebagai ilmu murni maupun terapan yang mencakup konsep, teori, metoda dan alat-alat asesmen
  7. Berpikir, bersikap, bertindak dan mempertanggungjawabkan karya profesionalnya berlandaskan kode etik Psikologi Indonesia
  8. Mampu dan terampil menggunakan teknologi yang dipelajarinya untuk kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat
  9. Mampu mensinergikan pengetahuan Psikologi dengan bidang-bidang ilmu lain dalam kegiatan penelitian untuk pengembangan ilmu psikologi
  10. Mampu melakukan kerjasama dengan ahli-ahli lain dalam melayani masyarakat.

 

SEJARAH

Dalam  rangka pengambilalihan Leger Psychologische Dienst (Dinas Psikologi Militer) dari Pemerintah Belanda menjadi Lembaga Psikoteknik Tentara, pada awal tahun 1950an beberapa perwira (mantan anggota Brigade 17) dikirim ke negeri Belanda sebagai mahasiswa Angkatan Perang (mendapat beasiswa dari kementerian Pertahanan dan Keamanan). Sebagian besar dari mereka belajar di bidang psikologi. Pada saat hubungan Indonesia dengan Belanda memburuk (tahun 1955), pemerintah Indonesia mengalihkan tugas belajar mereka ke Jerman. Pada tahun 1959, setelah menyelesaikan studi di bidang psikologi, mereka kembali ke Indonesia. Mereka itu adalah:

Tahun 1959       : Kapt. John S. Nimpoeno, Dipl. Psych.

Kapt. Soemitro Kartosoedjono, Dipl. Psych.

Lettu. Sardjono, Dipl. Psych.

Tahun 1960       :  Kapt. Bob Dengah, Dipl. Psych.

Tahun 1961       :  Kapt. Soemarto, Dipl. Psych.

Tahun 1963       :  Soenardi Darmo Sarojo, Dipl. Psych.

Soewarjo, Dipl. Psych.

Bapak Soenardi Darmo Sarojo, Dipl. Psych. dan Bapak Soewarjo, Dipl. Psych. adalah demobilisan dari Brigade 17 (bukan dari militer), yang memperoleh beasiswa dari Departemen PTIP (sekarang menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) yang kemudian keduanya ditarik menjadi wajib Militer setelah dilatih terlebih dahulu di Bogor.

Gagasan pendirian Fakultas Psikologi muncul dari pembicaraan antara Kepala Pusat Psikologi Angkatan Darat, Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso dan para Perwira Psikolog. Pertanyaan yang muncul pada waktu itu adalah: Siapa yang akan menjadi kader-kader Psikologi Angkatan Darat di kemudian hari? Pertama-tama Inisiatif dan ide untuk mendirikan Fakultas Psikologi ini berasal dari Kapt. Soemitro Kartosoedjono, Dipl.Psych. dan Kapt. Bob Dengah, Dipl.Psych., kemudian Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso (dosen Fakultas Kedokteran) mencari dukungan ke Jendral Achmad Yani.

Langkah berikutnya adalah mencari kemungkinannya, terutama dengan menghubungi FKIP Universitas Padjadjaran yang dianggap memiliki cukup tenaga pengajar, antara lain Dr. W.A. Gerungan (Kepala Lembaga Penelitian Pendidikan FKIP Universitas Padjadjaran), Drs. J. Wulur, dan Prof. Dr. Mochtar Buchori. Pengajuan ke pihak Universitas Padjadjaran dilakukan oleh Prof. Dr. Moestopo, drg. dan Prof. Dr. Sadarjoen.

Dalam  pembicaraan antara Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso (Kepala Pusat Psikologi Angkatan Darat) dan Prof. Dr. Sadarjoen (Ketua FKIP Universitas Padjadjaran) disepakati untuk membuat payung kerjasama. Kapt. Soemitro Kartosoedjono, Dipl. Psych. meminta Kapt. Bob Dengah, Dipl. Psych. untuk mengadakan rapat dengan FKIP Universitas Padjadjaran guna merintis pembentukan panitia persiapan pendirian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Disarankan sebagai Ketua Sementara adalah Prof. Dr. Sadarjoen. Berdasarkan SK Menteri PTIP nomor 35/SEK/PU/61 tanggal 11 Agustus 1961 Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dikukuhkan dengan kepanitiaan sebagai berikut:

Ketua               : Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso

Anggota           : Kapt. Bob Dengah, Dipl. Psych.

Dr. W.A. Gerungan

Pendirian Fakultas Psikologi ini melibatkan tiga lembaga, yaitu Pusat Psikologi Angkatan Darat (sekarang Dinas Psikologi Angkatan Darat), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Padjadjaran (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), dan pihak Universitas Padjadjaran sendiri.

Kapt. Bob Dengah, Dipl. Psych. dan Dr. W.A. Gerungan diserahi tugas melakukan persiapan teknis dan perencanaan kurikulum dari tingkat Persiapan sampai dengan Sarjana Muda dan para dosen pengajar berasal dari Pusat Psikologi Angkatan Darat dan FKIP Universitas Padjadjaran. Ruang-ruang kuliah disediakan oleh Pusat Psikologi Angkatan Darat di Jalan Sangkuriang 17.

Untuk mematangkan persiapan pendirian Fakultas Psikologi, di Pusat Psikologi Angkatan Darat dilakukan pembicaraan antara Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso, Prof. Sadarjoen dan Prof. Mr. R. Iwa Kusumasumantri (Presiden Universitas Padjadjaran pada waktu itu). Awal Agustus 1961 pada penutupan PORAS (Pekan Olah Raga antar Sarjana) Kapt. Bob Dengah, Dipl. Psych. diminta oleh Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso untuk membawa berkas persiapan teknis dan kurikulum fakultas agar bisa ditinjau dan diteliti seberapa jauh kesiapannya untuk mendirikan Fakultas Psikologi tersebut.

Pada tanggal 11 Agustus 1961 keluarlah Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 35/SEK/PU/61 tentang Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Kemudian rencana pendirian Fakultas psikologi Universitas Padjadjaran diajukan ke Menteri PTIP. Pada tanggal 18 Agustus 1961 keluarlah SK Menteri PTIP nomor 037/SEK/PU/61, tentang pendirian Fakultas psikologi Universitas Padjadjaran terhitung mulai tanggal 1 September 1961.

Tanggal 2 September 1961 di Aula Universitas Padjadjaran diresmikan berdirinya FAKULTAS PSIKOLOGI Universitas Padjadjaran. Tanggal 2 September inilah yang selalu dirayakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran sebagai hari jadinya.  Pemimpin saat itu adalah :

Ketua Fakultas         : Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso

Sekretaris Fakultas   : Mr. Bushar Muhamad

Ada dua keistimewaan pendirian fakultas ini, yaitu:

  1. Fakultas Psikologi berdiri sebagai Fakultas, bukan berkembang dari bagian program studi lain seperti Fakultas Psikologi UI yang berkembang dari program studi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi UGM yang berkembang dari Fakultas Paedagogi.
  2. Pendirian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dapat langsung diresmikan berdiri sendiri sebagai fakultas tanpa harus berada di bawah naungan Yayasan Padjadjaran terlebih dahulu seperti beberapa fakultas lain di Universitas Padjadjaran. Biasanya pada waktu itu sebelum diresmikan menjadi fakultas harus berada di bawah naungan yayasan sekurang-kurangnya satu tahun.

Peresmian Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran tersebut dapat berlangsung dengan baik, berkat jasa Mayjen. Prof. Dr. Moestopo, drg.

Awal perkuliahan angkatan pertama (1961) diselenggarakan di Psikologi Angkatan Darat Jalan Sangkuriang 17. Jumlah mahasiswa pada waktu itu sebanyak 30 orang, di antaranya adalah mereka yang kemudian menjadi staf pengajar di Fakultas Psikologi, yaitu Sidharta Poespadibrata, Sawitri Sadarjoen, Untung Kahar, dan Ponpon Harahap.

Susunan Pimpinan Fakultas kemudian diubah menjadi:

Dekan                : Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso

Kuasa Dekan I    : Kapt. Bob Dengah, Dipl. Psych.

Kuasa Dekan II    : Mr. Bushar Muhamad

Kuasa Dekan III   : Kapt. Soemantri Kartosoedjono, Dipl. Psych.

Tahun 1962 sebutan Kuasa Dekan diganti menjadi Pembantu Dekan. Pada tahun 1962, Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso diangkat menjadi Pembantu Menteri PTIP, kemudian diputuskan secara bersama meminta Dr. R. Mar’at dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Di bawah kepemimpinan beliau dan atas kebaikan hati Kol. dr. Soemantri Hardjoprakoso, ruang kuliah kemudian dipindahkan ke Gedung Danawarih, Jalan Haji Wasid 31 Bandung. Di gedung inilah pada tahun 1964 dilaksanakan Ujian Sarjana Muda yang pertama kali.

Atas upaya Dr. R. Mar’at, pada tahun 1965 kedudukan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran pindah ke Jalan Dago Pojok 23, yang sebenarnya merupakan Asrama Putra Universitas Padjadjaran dan yang sebagian bangunannya kosong karena tidak dihuni oleh mahasiswa. Sedikit demi sedikit Kampus Dago Pojok kemudian dibangun, baik untuk ruang-ruang kuliah, aula, maupun laboratorium eksperimen psikologi.

Pada tahun 1964, para pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran memulai dengan pemikiran bahwa untuk mendidik calon psikolog diperlukan tempat praktek. Pada tahun tersebut dimulailah dengan praktek profesi calon psikolog yang berlokasi di jalan  Dago 34, Bandung. Pendidikan psikolog pada saat itu menyatu dengan pendidikan sarjana (kurikulum lama yang menghasilkan sarjana dengan gelar doktorandus dan doktoranda), merupakan pendidikan psikologi yang pertama memiliki tempat praktek sendiri. Tempat praktek sendiri di jalan Dago 34 tersebut merupakan hibah dari Tentara Pelajar, yang kemudian dijual.  Pada tahun 1972, tempat praktek tersebut pindah ke jalan Prof. Dr. Eyckman dengan tempat yang lebih luas. Tempat praktek mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran tersebut dikelola oleh Lembaga Psikologi. Pada tahun 1980 tempat praktek tersebut dipindah ke jalan Ir. H. Juanda 438B Bandung.

Pada tahun 1983, Fakultas Psikologi mulai menyelenggarakan pendidikan Doktor Psikologi dan pada tahun 1984 menyelenggarakan pendidikan Magister Psikologi (Sains) yang berlokasi di Jalan Sekeloa Bandung.

Pada tahun 1996 Fakultas Psikologi memperoleh dua gedung baru di Kampus Jatinangor. Sejak saat itu seluruh kekegiatan fakultas berlangsung di Kampus tersebut.

Pada tahun 2002, program Profesi Psikologi ditingkatkan menjadi Konsentrasi Magister Profesi Psikologi (sekarang bernama Program Studi Magister Profesi Psikologi. Pada mulanya kegiatan sekretariat Magister Profesi Psikologi ini bertempat di kampus Jatinangor dan kegiatan kuliah dilaksanakan di Bandung dengan menggunakan ruang tes klasikal milik Biro Pelayanan dan Inovasi Psikologi. Makin bertambahnya jumlah mahasiswa, ruang tersebut tidak lagi memenuhi persyaratan untuk kegiatan belajar mengajar, maka Pimpinan Fakultas Psikologi mengajukan permohonan ke Universitas Padjadjaran untuk memperoleh bantuan gedung, dan memperoleh gedung di jalan Ir. H. Juanda (eks laboratorium faal). Karena gedung ini akan digunakan oleh pemiliknya, Konsentrasi Magister Profesi Psikologi diberi pinjaman ruang bekas praktikum faal yang kondisinya memerlukan pembenahan yang cukup besar. Sehingga diputuskan meminjam gedung program twinning Fakultas Kedokteran di jalan Ir. H. Juanda. Proses pembelajaran berlangsung di gedung tersebut selama satu tahun. Oleh karena gedung tersebut akan dipergunakan program lain di unpad, maka diputuskan untuk membangun gedung Magister ProfesiPsikologi di Jl. Ir H. Juanda no. 438B (berdampingan dengan gedung Biro Pelayanan Inovasi Psikologi). Sementara menungu pembangunan gedung itu selesai proses pengelolaan pembelajaran magister ini dilakukan di gedung Graha Ariadi di Jalan Siliwangi no. 4 (selama empat bulan).

Pada tanggal 23 Oktober 2003 pembangunan gedung Magister Psikologi Profesi di jalan Ir. H. Juanda 438B selesai, dan kemudian diresmikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. H. A. Himendra Wargahadibrata, dr., Sp.An., KIC. Sejak saat itu, sampai dengan th 2011, kegiatan kesekretariatan dan akademik berlangsung di tempat tersebut.

Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah mahasiswa, kebutuhan penambahan ruang untuk proses pembelajaran semakin dirasakan. Kemudian Fakultas Psikologi mengajukan ke Rektor Universitas  Padjadjaran untuk diizinkan untuk menggunakan gedung bekas Asrama Putri Rengganis sebagai tempat kegiatan akademik. Tahun 2005 Rektor Universitas Padjadjaran memberikan izin untuk menggunakan gedung tersebut.

Tahun 2008, Fakultas Psikologi memperoleh tambahan sebuah gedung eks Jurusan Matematika dan Statistika, Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran di Jatinangor. Gedung tersebut digunakan selain untuk ruang kuliah juga sebagai ruang kerja dosen dan ruang sidang sarjana/magister. Hingga saat ini, Fakultas Psikologi memiliki dua kampus, yaitu kampus di Jatinangor dan kampus di Bandung.Kampus Fakultas Psikologi di Jatinangor diperuntukkan bagi program Sarjana dan Magister Psikologi. Kampus di Bandung diperuntukkan bagi Praktek Program Studi Magister Psikologi Profesi dan Program Studi Doktor Psikologi.

Adanya kebijakan Universitas Padjadjaran Program Magister dan Program Doktor dikembalikan ke fakultas masing-masing, maka kampus di Bandung tidak hanya diperuntukan bagi konsentrasi Magister Psikologi Profesi, tetapi juga dipergunakan oleh Magister Psikologi dan Program Doktor Psikologi.

Pada tahun 2010, Magister Psikologi Profesi yang tadinya merupakan salah satu konsentrasi pada Magister Psikologi telah mendapat ijin program studi sehingga terhitung mulai tanggal 16 Agustus 2010 melalui SK Menteri Pendidikan dan Pengajaran No. 256/D/O/2010 tanggal 16 Agustus 2010 Magister Psikologi Profesi menjadi Program Studi. Berdasarkan Surat Direktorat Pendidikan Tinggi No.1030/D/T/2010 tanggal 26 Agustuts 2010 perihal penataan nomenklatur program studi Psikologi, maka nama-nama program studi yang dikelola Fakultas Psikologi Unpad sebagai berikut:

  1. Program Studi Sarjana Psikologi
  2. Program Studi Magister Psikologi
  3. Program Studi Magister Psikologi Profesi
  4. Program Studi Doktor Psikologi

Untuk kelancaran pelaksanaan pendidikan dari keempat program tersebut, maka ditetapkan kedua kampus Fakultas Psikologi Unpad (Jatinangor dan Bandung) menjadi sarana belajar bagi keempat program studi di atas.

Berdasarkan perkembangan Fakultas Psikologi tersebut di atas, maka terdapat pula perubahan dalam beberapa hal, yaitu berkaitan dengan keberadaan kampus Fakultas Psikologi Unpad, Pimpinan Fakultas, sistem pendidikan dengan konsekuensi ijazah yang diterima dan persyaratan calon mahasiswa.

Kampus Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

1961 – 1964      :    Kampus Jalan Sangkuriang 17 – PSIAD (Pusat Psikologi Angkatan Darat) Bandung

1964 – 1965      :    Kampus Danawarih, Jalan Haji Wasid 31 Bandung dan PSIAD

1965 – 1996      :    Kampus Dago Pojok 23 Bandung

1996 –2003       :    Kampus Jatinangor, Jalan Raya Bandung – Sumedang Km. 21 Jatinangor

2003 –sekarang :    Kampus Jatinangor, Jalan Raya Bandung – Sumedang Km. 21 Jatinangor dan Kampus Bandung, Jalan Ir. H. Juanda 438B Bandung

Dekan

1961 – 1964      : dr. Sumantri Hardjoprakoso

Soemitro Kartosoejono, Dipl. Psych. (sebagai acting dekan)

1964 – 1968      : Dr. Phil. R. Mar’at

1968 – 1971      : John S. Nimpoeno, Dipl. Psych.

1971 – 1974      : Bob Dengah, Dipl. Psych.

1974 – 1977      : Soemarto, Dipl. Psych.

1977 – 1982      : Prof. Dr. Phil. R. Mar’at

1982 – 1985      : Dr. John S. Nimpoeno, Dipl. Psych.

1985 – 1988      : Dr. Kusdwiratri Setiono

1988 – 1991      : Dr. Kusdwiratri Setiono

1991 – 1995      :  Drs. Sidharta Poespadibrata

1995 – 1998      : Dr. Wisnubrata Hendrojuwono

1998 – 2001      : Dr. Suryana Sumantri, MSIE.

2001 – 2006      : Dr. Tb. Zulrizka Iskandar, M.Sc.

2006 – 2008      : Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskandar, M.Sc.

2008 –  2012      : Prof. Dr. Juke Roosjati Siregar, M.Pd.

2012 –               :  Dr. Hendriati Agustiani, M.Si

Sistem Pendidikan

1961 – 1978      : Proses pendidikan Sarjana Psikologi melalui tahapan ujian Persiapan, Sarjana Muda, Sarjana satu, Sarjana. Setelah ujian Sarjana Satu, mahasiswa memilih salah satu jurusan untuk pendalaman Kurikulum (Psi. Klinis, Psi. Sosial, Psi. Perkembangan, Psi. Pendidikan, Psi. Industri & Organisasi, Psi. Eksperimen)

1979 – 1980      :  Proses pendidikan Sarjana Psikologi melalui tahapan Ujian Sarjana Muda dan ujian Sarjana. Sistem pendidikan dalam penjajagan system SKS, paket mata kuliah yang dikreditkan dan merupakan sistem terminal

1980 – 1981      : Masa transisi penggunaan sistem SKS langsung

1981                 : Pemberlakuan sistem SKS langsung

1992 – 2002      : Kurikulum mengikuti kurikulum nasional psikologi, yang terbagi dalam

–  Program Sarjana Psikologi

–  Program Profesi Psikolog (S1+)

2002                 : Kurikulum mengikuti kurikulum nasional psikologi, yang terbagi dalam

–  Program Sarjana Psikologi

–  Program Magister Psikologi Profesi (S2)

Ijazah Sarjana Psikologi

Ijazah Sarjana Psikologi yang diterima sesuai dengan perkembangan sistem pendidikan psikologi, adalah sebagai berikut :

Periode 1961 – 1978:

  1. Persiapan
  2. Sarjana Muda
  3. Sarjana Satu
  4. Sarjana Psikologi (setara Psikolog)

Periode 1979 – 1980:

  1. Sarjana Muda
  2. Sarjana Psikologi (setara Psikolog)

Periode 1981 – 1991:

  1. Sarjana Psikologi (setara Psikolog)

Periode 1992 – 2002:

  1. Sarjana Psikologi
  2. Psikolog

Periode 2002 – sekarang:

  1. Sarjana Psikologi
  2. Magister Psikologi Profesi (dengan sebutan Psikolog)

Persyaratan Calon Mahasiswa

1961 – 1963        :    Fakultas Psikologi menerimalulusan SMA – Bag A,   B,C termasuk SMEA

1964 – 1997        :    Fakultas Psikologi menerima ulusan SMA Bag B/ IPA/Paspal atau SMU Jurusan Biologi dan Fisika

1998–sekarang    :    Fakultas Psikologi menerima ulusan setingkat SLA kelompok IPA