Festival Hari Anak Nasional

[Psikologi.Unpad.ac.id, 03/09/2017] Kelompok Kegiatan Pecinta Anak dan Remaja atau KPAR adalah kelompok kegiatan yang berada di bawah naungan Departemen Pengabian Kepada Masyarakat BEM Kema Fakultas Psikologi Unversitas Padjadjaran. Fokus utama dari KK KPAR adalah concern terhadap isu anak dan remaja dikaji dari ilmu psikologi. Baru-baru ini, Indonesia memeringati Hari Anak Nasional yang jatuh di tanggal 23 Juli 2017.

Anak adalah calon penerus bangsa di masa depan. Demi bangsa yang lebih baik, anak harus dipersiapkan secara baik. Persiapan itu berupa belajar di institusi formal, lalu dilanjutkan ke institusi informal. Kadang, tanpa sengaja orang dewasa di sekililingnya merenggut hak mereka sebagai anak. Hak itu adalah hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan, identitas, status kebangsaan, makanan, akses kesehatan, rekreasi, kesamaan, dan memiliki peran dalam pembangunan.

Pada kegiatan yang diselenggarakan untuk memupuk empati anggota aktif KK KPAR dan mahasiswa angkatan 2016 yang sedang magang KK, diselenggarakanlah Festival Hari Anak Nasional (FHAN) 2017 sebagai bentuk implementasi dari ilmu psikologi yang dipelajari dalam kelas dan bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi. FHAN 2017 ini juga diharapkan mampu memberikan hak untuk bermain dan mendapatkan rekreasi untuk anak di hari Minggu yang cerah dengan rangkaian acara yang bermanfaat dan menggembirakan.

Kegiatan dimulai dengan anak melakukan senam pagi yang berdurasi kurang lebih tujuh menit dilanjutkan dengan makan donut dan minum susu yang dilakukan bersama-sama. Setelah selesai menikmati konsumsi pagi dari panitia, sekarang waktunya materi pertama dan kedua dimulai. Anak dengan antusiasnya menyanyi dan mempraktikan cara menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar. Setelah selesai, sekarang waktunya anak menikmati cerita panggung boneka yang telah dipersiapkan oleh panitia dengan baik.

“Caca kamu sakit gigi ya? Soalnya mulut kamu bau,” tutur Cicih yang diperankan oleh salah satu panitia ketika mendongeng.

Cerita dongeng ini sendiri bercerita tentang Cicih anak yang suka menjaga kebersihan diri dan Caca yang malas menjaga kebersihan dirinya sehingga ia sakit dan tidak bisa ikut bermain dengan teman-temannya.

Secara keseluruhan, tema dari FHAN 2017 ini adalah “Sehat Badanku, Sehat Mentalku” membawa konsep bahwa fisik yang sehat dapat memengaruhi kondisi mental untuk sehat. Kondisi mental yang sehat ini juga diharapkan dapat membuat individu menjadi sehat sosial. Maksudnya, dengan anak menggosok gigi dan mencuci tangan yang benar, diharapkan dapat menjauhkan anak dari penyakit seperti sakit gigi dan diare. Dengan menjadi sehat, anak tidak perlu merasakan rasa tidak nyaman dan dapat bermain dengan temannya dengan nyaman.

Kegiatan diakhiri dengan masuknya sesi permainan. Permainan sendiri terdiri dari empat pos yang diisi dua kelompok setiap perputaran waktunya. Di akhir, anak berkumpul dan perwakilan dari anak menyusun puzzle sebagai penutup dari sesi games ini. Sesi foto-foto dan pembagian bingkisan makanan menjadi penutup formal dari kegiatan FHAN 2017 ini. Diharapkan tahun depan, kegiatan FHAN 2018 dapat dilaksanakan kembali agar senyum tawa anak dapat terus terdengar di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. (grimastari)