Kolaborasi Mahasiswa Unpad dari 4 Fakultas Membuahkan Hasil PKM Pengabdian Kepada Masyarakat

[psikologi.unpad.ac.id/16072017] Tim PKM Pengabdian kepada Masyarakat Unpad yang terdiri dari Umi Latifah (Fakultas Kedokteran Gigi), Dian Elok Permataningtyas (Fakultas Kedokteran), Elsa Kartika Sari Sunarya (Fakultas Psikologi), Millah Atqia Akhyar (Fakultas Psikologi), dan Mohamad Irfan (Fakultas Matematika dan IPA) disupervisi oleh Dosen Fakultas Psikologi Unpad yaitu Laila Qodariah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, berhasil melaksanakan sebuah program pengabdian masyarakat yang diberi nama BOM-BOM CAR (Belajar Olah Motorik melalui Carving) bagi anak Tunagrahita SLB BC. Program ini bertujuan untuk melatih aspek motorik halus bagi anak-anak tunagrahita SLB BC. Motorik halus sendiri merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang agar dapat beraktivitas optimal dalam kehidupan sehari-hari. Terganggunya kemampuan motorik seseorang, akan mengganggu pula aktivitasnya, sehingga pelatihan kemampuan motorik halus sangat diperlukan, terutama anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan.

Latihan Membuat Playdough Sebagai Salah Satu Sarana Melatih Motorik Halus pada Anak Tunagrahita SLB BC (foto. dok pribadi)

Program ini telah dilaksanakan dari bulan April hingga Mei 2017 di SLB BC Fadhilah, satu-satunya SLB yang ada di Jatinangor. Menurut Dian, salah seorang anggota Tim Bom-Bom Car, pelatihan yang dilakukan berlangsung sebanyak 16 kali pertemuan dengan berbagai aktivitas untuk menstimulasi motorik halus anak, yang terdiri dari kegiatan senam motorik halus, kegiatan mengolah bahan tepung menjadi playdough, untuk mempersiapkan anak mengikuti stimulasi yang lebih kompleks. Kegiatan utama dari program ini adalah kegiatan carving dengan menggunakan lilin. Kegiatan carving ini sendiri terinspirasi dari kegiatan praktikum yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi, yang ternyata bisa digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan aspek motorik halus pada anak-anak. Pelatihan pun disusun dalam 16 kali pertemuan dari tingkat yang mudah hingga tingkat yang sulit yaitu meng-carving lilin menjadi bentuk es krim.

Hasil program yang dilakukan Tim PKM-M ini ternyata mendapat sambutan baik dari pihak sekolah dan bermaksud untuk diadaptasi menjadi salah satu ekstrakulikuler ataupun pelajaran tambahan. Selain itu, pelatihan ini juga mendapat sambutan yang baik oleh gabungan SLB Gugus 45 sehingga diajak berkolaborasi dengan seluruh SLB yang ada di Tanjungsari untuk memberikan pelatihan kepada seluruh anak tunagrahita di SLBnya. “Respon baik ini diharapkan juga mendapat dukungan dari pemerintah ataupun pihak-pihak terkait yang bergerak dalam bidang sosial dan disabilitas sangat diharapkan, bagaimanapun, setiap anak berhak untuk bahagia, berprestasi, dan dipedulikan”, ungkap Elsa.

Ditulis oleh : Humas Fakultas Psikologi Unpad